Computer Vision Syndrome (CVS), atau mata lelah akibat layar digital, adalah keluhan yang sangat umum di kalangan pekerja masa kini. Kondisi ini dilaporkan memengaruhi hingga 90% orang yang bekerja dengan komputer lebih dari 3 jam sehari — sebuah angka yang relevan bagi hampir setiap pekerja kantoran maupun pelajar yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Apa itu Computer Vision Syndrome?

Computer Vision Syndrome adalah kondisi ketika mata terasa lelah atau tidak nyaman akibat terlalu lama menatap layar digital — komputer, laptop, tablet, atau ponsel — tanpa jeda yang cukup. Semakin lama dan semakin dekat jarak pandang ke layar, semakin besar risiko munculnya keluhan ini.

Gejala Mata Lelah Digital

Gejala CVS dapat bervariasi dari ringan hingga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, di antaranya:

Aturan 20-20-20

Salah satu teknik paling populer untuk meredakan mata lelah digital adalah aturan 20-20-20, yang dirancang oleh ahli kacamata asal California, Jeffrey Anshel, pada tahun 1990-an: setiap 20 menit menatap layar, lihatlah objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Pemandangan hutan pinus hijau yang bisa dijadikan titik pandang jauh saat menerapkan aturan 20-20-20
Melihat pemandangan jauh seperti area hijau selama jeda kerja adalah cara sederhana menerapkan aturan 20-20-20. (Foto: Huzaif Imtiyaz khan, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Aturan 20-20-20 membantu mengurangi gejala seperti mata lelah, pandangan kabur, dan sakit kepala, sehingga mata lebih segar dan tubuh lebih fokus saat kembali bekerja.

Cara Lain Mengatasi Mata Lelah

Selain aturan 20-20-20, beberapa langkah berikut juga dianjurkan untuk mengurangi risiko Computer Vision Syndrome:

Mendukung Kesehatan Mata Sehari-hari

Selain mengatur kebiasaan penggunaan layar, menjaga asupan nutrisi harian juga dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan mata secara umum. AFC Life Science menghadirkan Hikari, suplemen dengan perpaduan peptida (marigold, daun mangga, spearmint) dan antioksidan alami asal Jepang yang diformulasikan untuk mendukung daya ingat, fokus, dan kesehatan mata.

Penting untuk diperhatikan: Hikari adalah suplemen makanan, bukan obat, dan bukan pengganti pemeriksaan atau pengobatan medis. Jika keluhan mata lelah berlangsung lama atau semakin berat, konsultasikan dengan dokter mata.