Varises adalah kondisi umum berupa pembuluh darah vena yang membesar, menonjol, dan berkelok-kelok, paling sering muncul di area kaki dan betis. Menurut tinjauan StatPearls yang dipublikasikan National Library of Medicine (NIH), data dari Framingham Study menunjukkan sekitar 30% wanita dan 23% pria mengembangkan varises dalam periode pengamatan 16 tahun, dengan angka kejadian tertinggi pada wanita berusia 40-an. Di Indonesia, artikel edukasi Alomedika mencatat varises tungkai diperkirakan memengaruhi sekitar 5-30% orang dewasa, dengan perbandingan wanita dibanding pria mencapai 3:1 — sejalan dengan pola global bahwa varises jauh lebih sering dialami wanita, terutama yang banyak berdiri atau duduk lama saat bekerja.
Apa itu Varises?
Varises adalah pembuluh darah vena yang membesar dan berkelok-kelok akibat katup vena yang lemah atau rusak, sehingga darah mengumpul di dalam pembuluh alih-alih mengalir lancar kembali ke jantung. Vena normalnya memiliki katup satu arah yang mencegah darah mengalir balik akibat gravitasi, terutama pada tungkai. Ketika katup ini melemah atau rusak, darah tertahan dan menumpuk, membuat dinding vena meregang, menipis, serta tampak menonjol berwarna biru atau ungu di bawah permukaan kulit.
Varises paling sering muncul di kaki dan betis karena bagian tubuh ini menanggung tekanan gravitasi paling besar saat seseorang berdiri atau berjalan. Tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari yang hanya tampak sebagai garis halus kebiruan (kadang disebut spider veins atau telangiektasis) hingga pembuluh yang menonjol besar dan terasa nyeri. Meski umumnya tidak mengancam jiwa, varises yang dibiarkan tanpa penanganan dapat berkembang menjadi insufisiensi vena kronis, kondisi ketika aliran darah balik dari kaki terganggu secara berkelanjutan.
Secara umum, kelainan vena pada tungkai dapat dibedakan menjadi tiga bentuk. Spider veins (telangiektasis) berupa garis-garis halus berwarna merah atau ungu di permukaan kulit yang biasanya tidak menonjol. Reticular veins berukuran sedikit lebih besar, berwarna kebiruan, dan terletak sedikit di bawah permukaan kulit. Sementara varises batang (trunk varicose veins) adalah bentuk yang paling dikenal masyarakat awam — pembuluh vena besar yang menonjol, berkelok, dan dapat teraba langsung di permukaan kulit. Ketiganya dapat muncul sendiri-sendiri atau bersamaan pada satu tungkai, dan tingkat keparahannya menjadi salah satu pertimbangan dokter dalam menentukan jenis penanganan yang paling sesuai.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala varises dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya, mulai dari keluhan ringan hingga yang cukup mengganggu aktivitas. Beberapa tanda yang umum dilaporkan antara lain:
- Pembuluh vena membesar berwarna biru atau ungu yang terlihat jelas di bawah kulit, biasanya di kaki dan betis
- Rasa berat, pegal, atau lelah pada kaki, terutama di penghujung hari
- Bengkak ringan pada pergelangan kaki atau tungkai bawah
- Rasa gatal di sekitar area pembuluh vena yang menonjol
- Nyeri atau kram, terutama setelah berdiri atau duduk dalam waktu lama
- Kulit di sekitar vena yang menonjol terasa lebih hangat atau berubah warna pada kasus yang lebih lanjut
Gejala biasanya memburuk pada sore atau malam hari setelah beraktivitas seharian, dan cenderung membaik saat kaki diistirahatkan dalam posisi terangkat. Pada wanita, keluhan sering terasa lebih berat menjelang menstruasi atau selama kehamilan akibat perubahan hormon dan peningkatan volume darah. Jika muncul luka yang sulit sembuh di sekitar vena, perubahan warna kulit yang meluas, atau nyeri hebat mendadak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter karena bisa jadi tanda komplikasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Penyebab Varises
Secara mendasar, varises terjadi akibat insufisiensi vena, yaitu kondisi ketika katup vena yang seharusnya menjaga aliran darah tetap satu arah menuju jantung mengalami kelemahan atau kerusakan. Ketika katup ini tidak menutup sempurna, darah mengalir balik (refluks) dan mengumpul di bagian vena yang lebih rendah, terutama di tungkai. Tekanan darah yang menumpuk ini secara bertahap meregangkan dinding vena hingga menjadi lebih lebar, lemah, dan akhirnya tampak menonjol serta berkelok sebagai varises.
Beberapa kondisi dapat mempercepat proses melemahnya katup vena ini, termasuk tekanan berlebih dalam jangka panjang, perubahan hormon, dan melemahnya jaringan penyangga pembuluh darah seiring bertambahnya usia. Karena mekanisme ini bersifat progresif, varises yang muncul pada usia muda cenderung akan bertambah jelas apabila faktor risikonya tidak dikelola.
Posisi tubuh sehari-hari turut memperberat mekanisme ini. Saat berdiri diam dalam waktu lama, otot betis yang seharusnya membantu memompa darah vena kembali ke jantung justru tidak aktif bekerja, sehingga darah lebih mudah tertahan di bagian bawah tungkai. Kondisi serupa juga terjadi saat duduk terlalu lama dengan posisi kaki menekuk, karena aliran darah balik dari kaki menjadi kurang lancar. Inilah sebabnya profesi yang menuntut berdiri atau duduk statis dalam waktu lama — seperti pedagang, guru, perawat, sopir, maupun pekerja kantoran — memiliki risiko varises yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan yang lebih banyak bergerak.
Faktor Risiko
Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami varises, di antaranya:
- Usia — semakin bertambah usia, elastisitas dinding vena dan katupnya cenderung menurun
- Jenis kelamin wanita — hormon estrogen dan progesteron dapat melemahkan dinding pembuluh darah vena, membuat wanita berisiko 2-3 kali lebih besar dibanding pria
- Kehamilan — peningkatan volume darah serta tekanan rahim yang membesar terhadap pembuluh darah panggul menambah beban pada vena tungkai
- Obesitas atau kelebihan berat badan — menambah tekanan pada pembuluh darah vena di tungkai bawah
- Berdiri atau duduk terlalu lama — umum dialami pekerja seperti pedagang, guru, perawat, atau petugas yang banyak berdiri maupun pekerja kantoran yang duduk lama tanpa jeda
- Riwayat keluarga — memiliki orang tua atau saudara dengan varises meningkatkan kecenderungan mengalami kondisi serupa
Kombinasi beberapa faktor risiko sekaligus, misalnya wanita hamil yang juga bekerja sambil berdiri lama, dapat mempercepat munculnya varises pada usia yang lebih muda. Mengetahui faktor risiko yang dimiliki sejak awal membantu seseorang mengambil langkah pencegahan lebih dini, sebelum gejala berkembang lebih lanjut.
Varises bukan sekadar soal penampilan kaki — ia adalah sinyal dari sistem peredaran darah yang mulai bekerja lebih keras dari seharusnya.
Cara Mengatasi dan Mencegah Varises
Pada banyak kasus varises ringan hingga sedang, perubahan gaya hidup dapat membantu meredakan gejala dan mencegah kondisi bertambah parah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Berolahraga secara teratur, terutama jalan kaki, karena kontraksi otot betis saat berjalan membantu memompa aliran darah vena kembali ke jantung
- Menghindari berdiri atau duduk terlalu lama tanpa jeda; sempatkan bergerak atau meregangkan kaki setiap 30-60 menit
- Mengangkat kaki lebih tinggi dari posisi jantung saat beristirahat untuk membantu aliran darah balik
- Menggunakan stocking kompresi untuk memberi tekanan lembut yang mendukung dinding vena dan katupnya bekerja lebih efisien
- Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan berlebih pada pembuluh darah tungkai
- Menghindari pakaian atau alas kaki yang terlalu ketat di area pinggang dan pergelangan kaki
Jika varises tergolong berat, menimbulkan nyeri signifikan, atau tidak membaik dengan perubahan gaya hidup, dokter dapat mempertimbangkan prosedur medis lebih lanjut seperti sclerotherapy (penyuntikan cairan khusus untuk menutup vena bermasalah), terapi laser, atau tindakan bedah vena pada kasus yang lebih kompleks. Penentuan jenis penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kesehatan masing-masing pasien setelah pemeriksaan oleh dokter.
Selain langkah-langkah di atas, memperhatikan posisi kaki selama bekerja juga membantu. Bagi yang bekerja sambil berdiri lama, sesekali menggeser berat badan dari satu kaki ke kaki lain atau berjinjit ringan dapat membantu mengaktifkan pompa otot betis. Bagi yang bekerja sambil duduk, meluruskan kaki dan menggerakkan pergelangan kaki secara berkala setiap satu hingga dua jam dapat membantu menjaga aliran darah tetap lancar sepanjang hari.
Mendukung Gaya Hidup Sehat Sehari-hari
Mencegah dan mengelola varises bukan hanya soal mengatasi gejala saat muncul, melainkan juga membangun kebiasaan sehat yang konsisten dalam jangka panjang — mulai dari rutin bergerak, menjaga berat badan ideal, hingga memperhatikan posisi kaki saat bekerja maupun beristirahat. Selain langkah-langkah di atas, menjaga pola hidup sehat secara konsisten — termasuk asupan nutrisi harian yang seimbang — dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan tubuh secara umum, termasuk kebiasaan harian yang mendukung sirkulasi darah tetap lancar. AFC Life Science menghadirkan SOP Subarashi, suplemen serbuk harian asal Jepang yang diformulasikan untuk mendukung stamina dan vitalitas tubuh sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Penting untuk diperhatikan: SOP Subarashi adalah suplemen makanan, bukan obat, dan bukan pengganti pengobatan medis untuk varises. Jika Anda memiliki gejala di atas, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Informasi lengkap kandungan dan cara pemesanan SOP Subarashi tersedia di halaman produk kami.
Pada akhirnya, varises adalah kondisi yang umum terjadi, terutama pada wanita dan mereka yang banyak berdiri atau duduk lama, dan dapat dikelola dengan baik apabila dikenali sejak dini. Mengenali gejala, memahami faktor risiko yang dimiliki, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten adalah kombinasi paling efektif untuk mencegah varises memburuk maupun mengganggu aktivitas sehari-hari.

