Stretch mark, atau secara medis disebut striae, adalah garis-garis pada kulit yang muncul akibat peregangan atau penyusutan kulit yang terjadi terlalu cepat. Kondisi ini jauh lebih umum daripada yang banyak orang kira, terutama pada masa kehamilan. Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Pregnancy dan tersedia di PMC (National Library of Medicine) terhadap 1.284 wanita pascamelahirkan menemukan bahwa 633 orang (49,5%) melaporkan munculnya stretch mark selama masa kehamilan mereka. Angka ini menunjukkan bahwa hampir separuh wanita hamil mengalami stretch mark, sehingga kondisi ini sebenarnya adalah bagian yang sangat wajar dari perubahan tubuh, bukan sesuatu yang perlu disesali atau ditutup-tutupi.

Apa itu Stretch Mark?

Stretch mark (striae) adalah garis-garis pada kulit yang terbentuk ketika kulit meregang atau menyusut secara cepat, menyebabkan robekan kecil pada lapisan dermis. Robekan mikroskopis ini terjadi karena serat kolagen dan elastin—dua protein utama yang menjaga kulit tetap kuat dan lentur—tidak mampu menyesuaikan diri secepat perubahan bentuk tubuh, sehingga meninggalkan bekas berupa garis panjang yang teksturnya sedikit berbeda dari kulit di sekitarnya.

Stretch mark paling sering muncul di area tubuh yang mengalami peregangan paling signifikan, seperti perut, payudara, paha, pinggul, dan lengan atas. Meski sering dikaitkan dengan kehamilan, stretch mark sebenarnya bisa dialami siapa saja, termasuk remaja yang sedang tumbuh pesat, orang yang baru menambah massa otot, hingga mereka yang mengalami kenaikan atau penurunan berat badan dalam waktu singkat.

Secara anatomis, kulit terdiri dari tiga lapisan utama: epidermis (lapisan terluar), dermis (lapisan tengah yang berisi kolagen, elastin, dan pembuluh darah), serta hipodermis (lapisan lemak terdalam). Stretch mark terbentuk secara spesifik pada lapisan dermis. Ketika kulit diregangkan melebihi batas kelenturannya, serat-serat penopang di dermis robek, sementara epidermis di atasnya tetap relatif utuh namun menipis mengikuti bentuk robekan di bawahnya. Inilah sebabnya permukaan stretch mark sering terasa sedikit bertekstur atau lebih tipis dibandingkan kulit sekitarnya jika diraba dengan saksama.

Tahapan Stretch Mark

Stretch mark berkembang melalui dua tahap utama yang dapat dibedakan dari warna dan teksturnya. Memahami tahapan ini penting karena respons terhadap perawatan berbeda cukup jauh antara keduanya:

Proses perubahan dari striae rubra menjadi striae alba biasanya berlangsung selama beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun, tergantung pada kondisi kulit masing-masing individu, usia, dan seberapa cepat peregangan awal terjadi.

Seseorang mengoleskan krim pelembap ke lengan di kamar mandi untuk menjaga kelembapan kulit
Menjaga kelembapan kulit secara rutin menjadi salah satu langkah pendukung agar kulit tetap elastis. (Foto: Shixart1985, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Penyebab Stretch Mark

Stretch mark muncul akibat kombinasi beberapa faktor yang membuat kulit meregang lebih cepat daripada kemampuan kolagen dan elastin untuk menyesuaikan diri:

Selain ketiga faktor utama di atas, penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang juga dapat menipiskan kulit dan meningkatkan risiko stretch mark, karena kortikosteroid diketahui menekan produksi kolagen pada lapisan dermis. Kondisi medis tertentu seperti sindrom Cushing dan sindrom Marfan juga diketahui berkaitan dengan munculnya stretch mark yang lebih luas, karena keduanya memengaruhi kadar hormon kortisol atau kekuatan struktur jaringan ikat tubuh secara langsung.

Menariknya, tingkat keparahan stretch mark tidak selalu berbanding lurus dengan seberapa besar perubahan berat badan atau bentuk tubuh yang dialami. Dua orang dengan kenaikan berat badan yang sama selama kehamilan bisa memiliki hasil yang sangat berbeda—satu mengalami stretch mark yang banyak dan jelas, sementara yang lain hampir tidak memilikinya sama sekali. Perbedaan ini banyak dijelaskan oleh variasi genetik dalam struktur kolagen tipe I dan tipe III pada masing-masing individu.

Siapa yang Berisiko?

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami stretch mark dibandingkan yang lain:

Studi lain yang dipublikasikan di jurnal British Journal of Dermatology turut menyoroti faktor usia sebagai salah satu penentu risiko, di mana wanita di bawah 20 tahun secara umum lebih rentan mengalami stretch mark dibandingkan wanita yang lebih tua saat hamil, kemungkinan besar karena kulit yang lebih muda masih dalam proses pematangan struktur kolagennya. Jumlah kehamilan juga berpengaruh: wanita yang baru pertama kali hamil (primipara) umumnya melaporkan stretch mark lebih sering dibandingkan wanita yang sudah pernah hamil sebelumnya, karena kulit perut belum pernah mengalami peregangan serupa.

Stretch mark bukan tanda kegagalan menjaga tubuh, melainkan bukti bahwa kulit pernah bekerja keras menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi begitu cepat.

Cara Mengatasi Stretch Mark

Pendekatan untuk mengatasi stretch mark sangat bergantung pada tahap perkembangannya. Berikut beberapa hal yang perlu dipahami:

Untuk perawatan yang lebih intensif, terutama pada stretch mark yang sudah berada di tahap striae alba atau menutupi area tubuh yang luas, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan jenis perawatan yang paling sesuai dengan kondisi kulit masing-masing. Dokter kulit juga dapat mengevaluasi apakah kombinasi beberapa metode, misalnya microneedling yang dipadukan dengan serum topikal tertentu, lebih sesuai dibandingkan satu jenis perawatan tunggal, karena efektivitas setiap metode dapat berbeda tergantung pada kedalaman dan usia jaringan parut.

Pencegahan Stretch Mark

Meski tidak ada cara yang bisa menjamin pencegahan seratus persen, terutama bagi yang memiliki faktor genetik, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko dan tingkat keparahan stretch mark:

Bagi wanita hamil, memulai rutinitas menjaga kelembapan kulit sejak trimester pertama, alih-alih menunggu perut mulai membesar di trimester akhir, umumnya memberi hasil yang lebih baik karena kulit memiliki lebih banyak waktu untuk beradaptasi secara bertahap. Aktivitas fisik ringan yang teratur, seperti berjalan kaki, juga dapat mendukung sirkulasi darah ke kulit sehingga nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk regenerasi kolagen tersalurkan dengan lebih baik.

Mendukung Gaya Hidup Sehat Sehari-hari

Selain perawatan dari luar seperti pelembap dan menjaga berat badan tetap stabil, kesehatan dan elastisitas kulit juga dapat didukung dari dalam melalui pola hidup sehat dan asupan nutrisi yang seimbang. Kulit yang sehat memerlukan dukungan nutrisi yang cukup untuk menjaga produksi kolagen dan elastin tetap optimal. AFC Life Science menghadirkan Utsukushhii Gold, suplemen kecantikan asal Jepang yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan kulit dan elastisitasnya sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari, sehingga dapat menjadi pelengkap—bukan pengganti—rutinitas perawatan kulit yang sudah dijalani.

Penting untuk diperhatikan: Utsukushhii Gold adalah suplemen makanan, bukan obat, dan tidak menjamin menghilangkan stretch mark yang sudah ada. Untuk penanganan stretch mark yang lebih intensif, konsultasikan dengan dokter kulit.

Informasi lengkap kandungan dan cara pemesanan Utsukushhii Gold tersedia di halaman produk kami.