Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan sel kulit tumbuh dan bertumpuk jauh lebih cepat dari kondisi normal, sehingga membentuk plak tebal bersisik keperakan di permukaan kulit. Menurut Global Report on Psoriasis yang diterbitkan World Health Organization (WHO), prevalensi psoriasis di berbagai negara bervariasi antara 0,09% hingga 11,43% populasi, dengan estimasi setidaknya 100 juta orang di dunia mengalami kondisi ini — dan sejak 2014 WHO telah menetapkan psoriasis sebagai penyakit tidak menular yang serius. Meski sering dikira mirip eksim karena sama-sama membuat kulit merah dan gatal, psoriasis adalah kondisi yang berbeda secara mendasar dari sisi penyebab maupun tampilannya.
Apa itu Psoriasis?
Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang membuat sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel kulit sehat, sehingga siklus pergantian sel kulit yang biasanya berlangsung sekitar 28 hari dipercepat menjadi hanya 3-5 hari. Akibatnya, sel-sel kulit baru menumpuk di permukaan sebelum sempat matang, membentuk plak tebal, merah, dan bersisik keperakan yang khas. Ini berbeda dari eksim (dermatitis atopik), yang umumnya dipicu oleh gangguan fungsi sawar pelindung kulit dan reaksi alergi, bukan oleh sistem imun yang menyerang kulit itu sendiri — sehingga ruam eksim cenderung lebih merah dan basah, sementara plak psoriasis lebih tebal dan bersisik dengan batas yang jelas. Psoriasis juga memiliki komponen genetik yang kuat, artinya risikonya lebih tinggi pada orang dengan riwayat keluarga penderita psoriasis.
Psoriasis memiliki beberapa jenis, dan yang paling umum dijumpai adalah psoriasis plak (plaque psoriasis), yang menyumbang sekitar 80-90% dari seluruh kasus dan ditandai plak tebal bersisik seperti dijelaskan di atas. Selain itu, ada juga psoriasis gutata yang muncul sebagai bintik-bintik kecil menyerupai tetesan air, sering dipicu infeksi tenggorokan; psoriasis inversa yang menyerang lipatan kulit seperti ketiak dan selangkangan tanpa sisik tebal; serta psoriasis kuku yang membuat kuku menebal dan berlubang kecil. Karena bentuknya beragam, tidak semua penderita psoriasis menunjukkan gejala yang identik satu sama lain.
Gejala Psoriasis
Gejala psoriasis dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dan cenderung hilang timbul (kambuh) sepanjang hidup penderita. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Plak merah tebal dengan sisik berwarna putih keperakan, biasanya di siku, lutut, kulit kepala, atau punggung bawah
- Kulit terasa gatal, perih, atau bahkan panas di area plak
- Kulit kering hingga pecah-pecah dan kadang berdarah
- Kuku menebal, berlubang kecil (pitting), atau terangkat dari dasarnya
- Nyeri dan bengkak pada sendi, yang bisa menandakan psoriatic arthritis (radang sendi terkait psoriasis)
Tingkat keparahan psoriasis bisa berbeda jauh antar individu. Sebagian orang hanya memiliki satu atau dua plak kecil yang jarang mengganggu, sementara sebagian lain mengalami plak yang meluas ke banyak area tubuh dan cukup mengganggu rasa percaya diri maupun aktivitas sehari-hari. Gejala juga cenderung berpola siklus: periode kambuh (flare) yang gejalanya memburuk, diselingi periode remisi ketika kulit tampak lebih tenang. Karena tampilannya bisa menyerupai kondisi kulit lain seperti eksim, kurap, atau dermatitis seboroik, diagnosis yang tepat oleh dokter kulit — biasanya melalui pemeriksaan fisik dan, bila perlu, biopsi kulit — sangat penting sebelum memulai penanganan.
Penyebab Psoriasis
Penyebab pasti psoriasis belum diketahui sepenuhnya, tetapi para ahli sepakat bahwa kondisi ini melibatkan kombinasi sistem imun yang terlalu aktif dan faktor genetik. Pada psoriasis, sel imun (limfosit T) yang seharusnya melawan infeksi justru keliru menyerang sel kulit sehat, memicu peradangan dan mempercepat produksi sel kulit baru secara berlebihan.
Selain faktor imun dan genetik, sejumlah pemicu (trigger) dapat memperberat atau memicu kekambuhan psoriasis, di antaranya:
- Stres fisik maupun emosional
- Infeksi, terutama infeksi tenggorokan seperti radang amandel
- Cuaca dingin dan udara kering
- Cedera pada kulit seperti goresan, luka bakar, atau gigitan serangga (dikenal sebagai fenomena Koebner)
- Konsumsi alkohol dan merokok
- Beberapa jenis obat-obatan tertentu, seperti obat untuk hipertensi atau lithium
- Perubahan hormonal, misalnya pada masa pubertas atau menopause
Penting dipahami bahwa psoriasis bukan penyakit menular. Kondisi ini tidak dapat ditularkan melalui sentuhan, penggunaan barang bersama, atau kontak fisik lainnya, karena akar masalahnya ada pada sistem imun dan genetik penderita, bukan pada mikroorganisme yang bisa berpindah ke orang lain. WHO dalam laporan globalnya juga mencatat bahwa psoriasis sering disertai kondisi penyerta (komorbiditas) lain, seperti psoriatic arthritis, sindrom metabolik, penyakit kardiovaskular, dan gangguan suasana hati seperti depresi — sehingga penanganannya idealnya tidak hanya berfokus pada kulit, tetapi juga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Psoriasis bukan penyakit menular dan bukan sekadar masalah kulit kering biasa — ini adalah kondisi autoimun kronis yang memerlukan pemahaman dan penanganan jangka panjang dari dokter kulit.
Cara Mengatasi Psoriasis
Psoriasis memang belum dapat disembuhkan total, tetapi gejalanya dapat dikelola dengan baik melalui kombinasi perawatan mandiri dan penanganan medis, sehingga penderita tetap bisa menjalani aktivitas dengan nyaman. Beberapa langkah yang umum dianjurkan meliputi:
- Menggunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi, untuk mengurangi kekeringan, pecah-pecah, dan rasa gatal pada kulit
- Menghindari pemicu yang sudah diketahui memperparah kondisi, seperti stres berlebih, cedera kulit, atau paparan udara yang terlalu kering
- Mengelola stres dengan baik, misalnya melalui relaksasi, olahraga ringan, meditasi, atau tidur yang cukup
- Menjalani terapi sesuai anjuran dokter kulit, seperti obat oles (kortikosteroid atau analog vitamin D), fototerapi (terapi sinar UV terkontrol), obat sistemik, hingga terapi biologis untuk kasus sedang hingga berat
- Menjaga berat badan ideal dan membatasi konsumsi alkohol, karena keduanya berkaitan dengan tingkat keparahan psoriasis
- Rutin kontrol ke dokter kulit untuk memantau perkembangan kondisi dan menyesuaikan terapi bila diperlukan
Karena pemicu dan tingkat keparahan setiap orang berbeda, rencana penanganan psoriasis idealnya disusun bersama dokter kulit secara personal, bukan disamakan dengan pengalaman orang lain.
Mendukung Gaya Hidup Sehat Sehari-hari
Selain penanganan medis, menjaga pola hidup sehat secara konsisten — termasuk asupan nutrisi harian yang seimbang, tidur cukup, dan pengelolaan stres — dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan kulit secara umum. Pola makan bergizi seimbang dan hidrasi yang cukup juga sering disarankan sebagai pelengkap gaya hidup sehat bagi siapa saja, termasuk orang dengan kondisi kulit kronis seperti psoriasis. AFC Life Science menghadirkan Utsukushhii Gold, suplemen kecantikan asal Jepang yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan dan kecantikan kulit sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.
Penting untuk diperhatikan: Utsukushhii Gold adalah suplemen makanan, bukan obat, dan bukan pengganti pengobatan medis untuk psoriasis. Psoriasis adalah kondisi autoimun yang memerlukan penanganan dokter kulit — jika Anda memiliki gejala yang disebutkan di atas, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Informasi lengkap kandungan dan cara pemesanan Utsukushhii Gold tersedia di halaman produk kami.

