Obesitas menjadi temuan kesehatan tidak menular terbanyak dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kemenkes 2026. Dari puluhan juta warga yang diperiksa, sekitar 11 juta orang terdeteksi obesitas — mengungguli temuan hipertensi maupun diabetes.

Apa itu Obesitas?

Obesitas adalah kondisi penumpukan lemak tubuh berlebihan, umumnya diukur lewat Indeks Massa Tubuh (BMI) 25 ke atas untuk kategori berat badan berlebih dan 30 ke atas untuk obesitas. Kondisi ini menjadi salah satu temuan kesehatan tidak menular terbanyak di Indonesia menurut CKG Kemenkes 2026.

Penyebab Obesitas

Obesitas umumnya disebabkan ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang dibakar tubuh dalam jangka panjang. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi pola makan tinggi kalori dan gula, kurangnya aktivitas fisik, faktor genetik dan riwayat keluarga, kurang tidur, serta stres yang memengaruhi pola makan.

Risiko Kesehatan Terkait Obesitas

Obesitas menjadi faktor risiko utama untuk berbagai kondisi tidak menular lain, termasuk diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, dan gangguan sendi. Karena itu, menjaga berat badan ideal menjadi salah satu langkah pencegahan yang berdampak luas terhadap kesehatan secara keseluruhan.

BMI berada di antara 18,5-24,9 dianggap sebagai rentang berat badan ideal. Menjaga angka ini lewat pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin adalah langkah pencegahan paling mendasar.

Cara Mencegah Obesitas

Mendukung Gaya Hidup Sehat Sehari-hari

Selain langkah-langkah di atas, menjaga pola hidup sehat secara konsisten — termasuk asupan nutrisi harian yang seimbang — dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan tubuh secara umum. AFC Life Science menghadirkan SOP Subarashi, suplemen serbuk harian asal Jepang yang diformulasikan untuk mendukung stamina dan vitalitas tubuh sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Penting untuk diperhatikan: SOP Subarashi adalah suplemen makanan, bukan obat, dan bukan pengganti pengobatan medis. Jika Anda memiliki gejala atau kondisi yang disebutkan di atas, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.